Partisipasi Dan Kualitas PILBUP Jepara 2012

Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) merupakan media untuk melibatkan rakyat secara langsung dalam menentukan pemimpin di daerah. Oleh karena itu ada satu pendapat yang menyatakan bahwa, keberhasilan dalam perhelatan kepemiluan adalah dilihat dari tinggi rendahnya angka kehadiran pada waktu hari H dalam pemilu. Hari Pemungutan (H) Pilbup Jepara adalah Akhad/Minggu, 29 Januari 2012. Semakin tinggi pemilih yang datang ke Tempat-Tempat Pemungutan Suara (TPS-TPS), maka semakin baik pula tingkat keberhasilan yang dicapai. Demikian juga sebaliknya, artinya semakin sedikit pemilih yang hadir, maka semakin jelek pelaksanaan Pilbup-nya. Pendapat di atas bisa salah dan juga bisa benar. Untuk menyatakan kebenaran pendapat ini, kita harus mengujinya dengan teori yang menyatakan, “ angka kehadiran pada hari H tergantung pada kesadaran dan kepercayaan pemilih “. Sehingga kita harus mengetahui Bagaimana, Kapan, melalui apa dan oleh siapa kesadaran dan kepercayaan diwujudkan ?. Kesadaran terwujud manakala pemilih sudah yakin bahwa ketertiban dalam kehidupan sosial terjadi bila ada sosok pemimpin yang mengayomi dan mempunyai ikatan yang kuat dengan rakyatnya. Supaya terjadi ikatan yang kuat, maka penentu pilihan harus rakyat secara langsung. Kesadaran pemilih harus diupayakan oleh pemilih, penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, partai politik dan tokoh masyarakat melalui pendidikan politik kepada warga masyarakat.

Media untuk pendidikan politik/kewarganegaraan bisa melalui; lingkungan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, pertemuan keagamaan dan kemasyarakatan. Berita-berita mengenai kondisi kehidupan bernegara, seharusnya juga menyadarkan kita bahwa perbaikannya bisa dimulai melalui proses penentuan kepemimpinan, yang salah satunya adalah pilbup. Kepercayaan pemilih bisa berkaitan dengan kepercayaan terhadap pasangan calon yang akan dipilih maupun penyelenggaraan pilbup. Pasangan calon (paslon) dalam Pilbup Jepara 2012 bisa muncul melalui dua cara, yaitu ; paslon yang diajukan oleh partai politik (parpol) dan paslon yang mengajukan diri dengan syarat didukung 33.336 penduduk Jepara yang dibuktikan dengan KTP. Paslon kedua ini disebut Calon Perseorangan/Independen. Dalam konteks ini yang menjadi penentu adalah paslon dan/atau parpol. Untuk bisa memunculkan paslon yang dipercaya pemilih tentu saja bukan sesuatu yang mudah bagi parpol maupun perseorangan. Kepercayaan terhadap penyelenggaraan menjadi tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum, Panitia Pengawas Pemilihan Umum, Kepolisian/TNI, Kejaksaan dan Pengadilan untuk menjamin bagaimana pilbup bisa berjalan secara jujur dan adil. Bila kepercayaannya tinggi, maka tingkat kehadiran pemilih akan menjadi tinggi. Demikian juga sebaliknya bila kepercayaannya rendah. Secara regulatif tahapan-tahapan yang ditetapkan oleh penyelenggara pemilu sebelum hari H merupakan upaya untuk mewujudkan kesadaran dan kepercayaan pemilih.

Tahapan-tahapan tersebut meliputi ; pertama, Pemutakhiran/pendataan pemilih, tahapan ini digunakan sebagai dasar penentu hanya pemilih terdaftar yang bisa menyoblos pada hari H. Oleh karena itu pemilih harus selalu memastikan bahwa namanya sudah terdaftar, tidak menggantungkan pada petugas pemutakhiran. Pemutakhiran data pemilih ini akan dilaksanakan mulai 5 September – 8 Desember 2011. Kesadaran dan Kepercayaan menjadi tidak berguna manakala orang tersebut tidak terdaftar sebagai pemilih. Kedua, pencalonan baik dari unsur parpol maupun perseorangan. Tahap pencalonan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober – 13 Desember 2011. Dalam tahap ini setiap penduduk Jepara bisa memberikan saran, masukan dan kritik kepada parpol berkaitan paslon yang akan diusung serta mendukung atau tidak paslon perseorangan. Ketiga, Tahap Kampanye.

Tahapan ini merupakan waktu yang diperuntukkan bagi paslon untuk menjelaskan dan meyakinkan kepada para pemilih mengenai visi, misi dan program paslon jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Waktunya terbatas yaitu 12 – 25 Januari 2012. Pemilih yang tidak mengetahui visi, misi dan program kegiatan paslon ibarat pepatah seperti “membeli kucing dalam karung”. Apakah pemilih dilarang berkomunikasi dengan paslon di luar waktu tahapan ini ?, tentu saja tidak, asal paslon tidak berkampanye tetapi hanya sosialisasi. Bagaimana perbedaan antara kampanye dan sosialisasi ?, disebut kampanye apabila tiga unsur ditemukan semua dalam kegiatan tersebut. Kalau salah satunya tidak ditemukan, maka namanya bukan kampanye, tetapi sosialisasi. Tiga unsur kampanye adalah pemaparan visi, misi dan program kegiatan, oleh paslon atau timnya, dan disertai alat peraga atau atribut paslon. Keempat, Pemungutan suara. Tahapan ini adalah sangat menentukan dalam proses penentuan pemimpin daerah lima tahun kedepan. Pemilih yang tidak memperhatikan tahap pemutakhiran data pemilih, pencalonan dan kampanye jelas akan kesulitan untuk menentukan pemimpin yang bisa mempertemukan banyak kepentingan di antara pemilih dalam suatu kebijakan yang memberikan kemaslahatan kepada semua masyarakat. Pemilih yang sadar dan menginginkan pemimpin yang mengayomi dan melayani semua masyarakat, maka dia tidak akan tergoda dengan money politic. Menerima suap tidak bisa dijadikan alasan karena tidak ada paslon yang ideal, sehingga memilih merupakan kepentingannya paslon. Parpol juga harus sadar bahwa, urusan pilbup sudah bukan lagi hanya sekedar kepentingan partainya maupun elit parpol. Sehingga paslon yang diajukan parpol memang sosok yang benar-benar mampu mewujudkan visi, misi dan program yang disusun serta mempunyai rekam jejak yang baik untuk menjalankan pemerintah yang baik dan pemerintahan yang bersih (Good Government and Clean Governent). Kelima, Penghitungan dan Rekapitulasi Suara.

Tahapan penghitungan akan dilaksanakan di TPS setelah selesai pemungutan suara, pukul 13.00 WIB. Sementara rekapitulasi suara akan dilaksanakan di tingkat Kecamatan tanggal 30 Januari – 01 Februari 2012 dan di tingkat Kabupaten tanggal 02 – 04 Februari 2012. Penghitungan dan Rekapitulai ini harus dipantau oleh masyarakat, supaya tidak ada kecurangan dan hasilnya bisa diterima oleh semua pihak. Semua tahapan selama proses Pilbup ternyata tidak bisa dipisahkan atau diambil sebagian dengan meninggalkan sebagian yang lain. Oleh karena itu merupakan kesalahan mendasar apabila kesuksesan Pilbup Jepara 2012 hanya didasarkan pada angka kehadiran pada hari H-nya, tanpa memperhatikan keikutsertaan semua pihak (pemilih, penyelenggara, pemda, partai politik dan tokoh masyarakat) dalam setiap tahapan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Artinya Pilbup Jepara 2012 baru bisa berkualitas apabila semua pihak melaksanakan semua tahapan dengan benar.

(Oleh : Muhammad Haidar Fitri. Anggota KPU Kab. Jepara. Devisi Sosialisasi, Pendidikan Politik dan Pengembangan SDM)

Satu Tanggapan to “Partisipasi Dan Kualitas PILBUP Jepara 2012”

  1. semoga pilbup jepara sukses, aman, melahirkan pimpinan jepara yang adil dan amanah….. Jangan hanya omong doang ketika kampanye…buktikan visi dan misi anda kalau nanti terpilih sbg bupati dan wakil bupati. Pesan saya sebelum pilbup…… Tolong gambar2 yang dipasang kalo ada yang roboh, dibetulin…karena bisa mengganggu keamanan & lalu lintas, calon2 pemilih anda. Tksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: