Penjaringan Paslon, Pemantik Partisipasi

Kecerdasan masyarakat dalam memilih pemimpinnya telah jeli dilihat parpol sebagai pertimbangan memilih bakal pasangan calon yang diusung. Melalui parpol atau gabungan parpol terbuka pintu masuk seleksi kepemimpinan di tingkat lokal. Harus dimaknai bahwa proses penjaringan bakal calon pemimpin melalui parpol atau gabungan parpol bukan saja sebagai upaya memenuhi amanat UU, tetapi juga sebagai ikhtiar menaikkan partisipasi pemilih.

Penjaringan oleh Parpol

            Sebagai pilar demokrasi, peran partai politik dalam sistem perpolitikan nasional merupakan wadah seleksi kepemimpinan nasional dan daerah. Peran itu terimplementasikan dalam proses pergantian kepemimpinan di daerah saat pemilukada.  Sesuai ketentuan UU No. 32 Tahun 2004 Pasal 59 ayat 4 dan PP 6 Tahun 2005 pasal 37 ayat 5 dan 6, proses penjaringan oleh Parpol atau gabungan Parpol dilakukan secara transparan dan demokratis dengan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat. Pun dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 13 Tahun 2010 Pasal 7  ayat 4 dan 5 termaktub ketentuan serupa.

            Beberapa pekan lalu kita baca di media, semua parpol pengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati melakukan proses seleksi internal terhadap calon yang berasal dari parpol maupun calon dari luar parpol sebelum secara resmi di daftarkan ke KPU Jepara. Pintu masuk bakal pasangan calon untuk dapat “pasport” sebagai peserta di pemilihan umum kepala daerah selain melalui jalur perseorangan adalah melalui Partai Politik (Parpol). Syarat kepesertaan Parpol dapat dihitung jika Parpol mempunyai kursi di DPRD atau melalui perolehan suara pada Parpol non parlemen. Proses seleksi yang penuh dengan ramalan, hitung-hitungan dan kesepakatan politik telah mengantarkan parpol pengusung menampilkan calon terbaiknya. Hal-hal tidak terduga dan mungkin tidak dimengerti, harus ditelan sederhana ketika wilayah politis sudah dimasuki.

            Perkembangan tahapan pencalonan Pilbup Jepara 2012 sampai hari ini semua bakal pasangan calon hadir melalui jalur Parpol, baik yang memperoleh kursi di DPRD maupun parpol non parlemen. Dinamika “permainan” cantik dan elegan dalam proses seleksi yang dilakukan parpol dan gabungan parpol menyaring bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di Jepara, dapat dilihat masyarakat dengan terbuka dan dapat diakses info perkembangannya dari waktu ke waktu. Sesuatu yang menjadi mungkin terjadi dimasa keterbukaan informasi sekarang ini.

            Sebagai sebuah kontes pemilihan, berlomba-lomba memilih calon terbaik agar mempunyai keterpilihan yang tinggi saat pemilihan, menjadi keharusan. Ketatnya kompetisi bakal pasangan calon mengikuti proses penjaringan dengan beberapa tahapan menggambarkan kesungguhan untuk memilih calon pemimpin yang memuaskan harapan masyarakat. Standart kompetensi dan pola rekrutmen yang berkualitas pun diciptakan oleh parpol atau gabungan parpol agar calon pemimpin yang dihasilkan adalah produk ideal yang “layak jual”. Sesungguhnya pada rekrutmen calon pemimpin secara berkualitas persyaratan yang menyertainya tidak cukup hanya lengkap memenuhi syarat administrasi saja tetapi paling tidak juga punya pengalaman kepemimpinan memadai. Pada titik ini, Partai politik sebagai pintu masuk pencalonan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati menempati fungsi strategis memilih dan mengantarkan bakal calon dipilih oleh masyarakat mampu bersaing memenangkan pemilihan.

 

PEMANTIK PARTISIPASI

            Pemilukada langsung sesuai dengan amanat UU No.32 Tahun 2004 membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik. Satu keuntungan dari Pemilukada langsung adalah rakyat dilibatkan langsung dalam pengambilan keputusan politik, pemimpin yang terpilih setidaknya mengenal daerah dan karakter masyarakatnya sehingga tata kelola pemerintahan diharapkan menjadi lebih baik, membawa harapan baru bagi masyarakat Jepara.

            Harapan dan animo masyarakat untuk memilih sangat dipengaruhi bakal pasangan calon yang di tawarkan parpol pengusung. Ketika sebagian besar harapan masyarakat terpenuhi pada “produk unggulan” parpol pengusung, keinginan pemilih untuk memberikan dukungan dan berpartisipasi akan tinggi. Masyarakat digerakkan oleh kesadaran dan memiliki kepercayaan memilih. Sebaliknya jika parpol pengusung tidak cukup mampu memuaskan harapan masyarakat akan pemimpin masa depan (yang ideal) keterlibatan masyarakat akan rendah bahkan cenderung apatis untuk terlibat dalam proses demokrasi di daerahnya. Masyarakat sudah jenuh dan kehabisan energi untuk memilih lagi.

            Pada proses penjaringan yang sangat dinamis, sangat terbuka diikuti masyarakat dan membuka akses seluas-luasnya kepada publik sebagai partisipan adalah sebuah langkah cerdas, mengajak masyarakat terlibat sejak awal dalam menyaring calon pemimpin sampai dengan bakal pasangan calon resmi terpilih oleh parpol. Setidaknya masyarakat diajak untuk “ada” pada setiap tahapan rekrutmen. Dalam proses berikutnya, tugas parpol pengusung adalah membuka pola komunikasi yang baik dengan masyarakat  untuk memantik partisipasi masyarakat.  Tentu KPU Jepara tidak berdiam diri agar jualannya laris manis lagi. Siapa pun nanti yang akan ”paling banyak dibeli” (baca dipilih masyarakat) oleh pemilih, pada semua pasangan calon akan difasilitasi dalam menyebarkan visi misi dan programnya setelah ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pilbup Jepara 2012 pada tanggal 15 Desember nanti.

            Ketika kesadaran kritis telah dimiliki oleh pemilih, kita tidak berharap pemilih memiliki rasionalitas politiknya sendiri yang belum tentu sama dengan asumsi elite politik parpol, walaupun itu sangat mungkin terjadi. Karena proses “menuju” keterpilihan yang tinggi telah dilakukan oleh gabungan Parpol pengusung.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: